Mom & Dad. And Brother
"thank you for the kindness y'all have given to me. tapi, akankah kalian mengerti bahwa mimpi yg saya punya bukanlah hal yang bisa disepelekan? mengapa kita harus membayar mahal sesuatu hal yang ternyata tidak bisa membuat saya sukses ketibang mendukung hal yang tidak lazim ini dan menjadikannya sesuatu yang besar dan berharga? akankah tes-tes tersebut menjanjikan? bukankah hanya Tuhan yang tahu isi hati kita yang terdalam? apakah kalian malu, karena mimpi saya bukanlah suatu hal yang terpandang di kalangan masyarakat pada umumnya? kalian memang orang tua yang tau segalanya tentang anak, tapi setidaknya saya tau saya mau menjadi apa dan bagaimana saya menjalaninya."
Friends, the six of us
"terima kasih untuk menerima saya apa adanya. terima kasih karna mau mengerti saya lebih daripada mereka yang membenci saya. terima kasih karna sudah memberikan arti sahabat selama ini. terima kasih :)"
You, my lover
"hai kamu, apa kabar? baik kan? lagi apa toh? aku kangen sama kamu. kangen banget. pengen peluk yang lama :) tapi hari ini kamu belum ada kabar apa-apa. padahal, aku lagi pengen ngobrol banget sama kamu.
terima kasih ya buat 13 bulan ini. dan pastinya akan terus bertambah kan? :) karena kamu, aku jadi belajar untuk mengerti orang lain dan menurunkan egoku sendiri. belajar menjaga sesuatu yag berharga. ya, kamu dan hatimu :)
tapi tetap saja aku ngerasa aku ga pantes aja buat kamu. abis, aku sering marahin kamu :( tapi, nantinya, pasti kamu nemu orang yang ga bakal marah-marah sama kamu, yang bisa ketawa setiap kamu bercanda, yang manja terus sama kamu, dan lain-lain. Tuhan memberkati ya, I love you, always."
yah, setidaknya mungkin itu surat terakhir sebelum saya........tidur. dengan tenang tentunya. :)

0 comment(s):
Post a Comment